RADAR MADURA, BANGKALAN – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) jalur prestasi, bidikmisi, mitra warga, dan inklusif dimulai Rabu (30/5). Jadwal tersebut berdasarkan petunjuk teknis (juknis) PPDB SMA/SMK hingga Senin (4/6). Setelah pendaftaran, verifikasi dan validasi akan dilakukan 5–7 Juni.

Calon peserta didik yang dinyatakan diterima akan diumumkan 8 Juni 2018. Selanjutnya, daftar ulang pada 8–9 Juni 2018. Khusus pendaftaran semi offline, calon peserta didik baru jalur prestasi, bidikmisi, mitra warga, dan inklusif ini hanya diperkenankan mendaftar pada satu sekolah tujuan.

Kepala Cabang Disdik Jawa Timur Wilayah Bangkalan Arif Khamzah menyampaikan, pendaftaran prestasi, bidikmisi, mitra warga, dan inklusif hanya lima hari. Penentuan hasil verifikasi dilakukan penetapan tim verifikator sekolah SMA/SMK negeri diketahui kepala cabang disdik setempat.

Untuk pendaftaran jalur prestasi, calon peserta didik harus mempunyai prestasi akademis dan nonakademis. Seperti prestasi kejuaraan yang diselenggarakan pemerintah atau lembaga bekerja sama dengan pemerintah. ”Bisa juga prestasi yang bersifat berjenjang. Mulai tingkat kabupaten/kota, provinsi sampai nasional atau internasional,” terangnya Jumat (1/6).

Jalur mitra warga diperuntukkan bagi calon peserta didik baru dari kalangan keluarga miskin. Jalur bidikmisi untuk calon peserta didik baru dari kalangan keluarga miskin dan mempunyai prestasi akademis dibuktikan dengan nilai ujian nasional (unas). Seleksi dilakukan berdasarkan nilai unas dengan nilai rata-rata minimal 8,0. Kemudian, tidak ada nilai di bawah 7,0 untuk setiap mata pelajaran.

Pendaftar jalur mitra warga dan bidikmisi wajib melampirkan surat keterangan tidak mampu (SKTM) dari kelurahan/desa. Bisa juga dengan menyerahkan fotokopi Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau kartu Jamkesmas atau kartu keluarga miskin (Gakin). Kemudian salinan kartu keluarga (KK). ”Panitia PPDB sekolah akan survei ke tempat tinggal calon siswa baru,” ungkap mantan kepala Cabang Disdik Jatim Wilayah Mojokerto itu.

Calon siswa baru yang mengalami hambatan berat disarankan mendaftar ke sekolah luar biasa (SLB) melalui jalur inklusif. Syaratnya, melampirkan hasil asesmen awal. Di antaranya asesmen fisik, psikologis, akademik, fungsional, sensori, dan motorik yang dikeluarkan lembaga psikologi atau ahli yang berwenang lainnya.

Pada masing-masing jalur, pendaftar juga diwajibkan melampirkan salinan surat hasil ujian nasional (SHUN) dan menunjukkan dokumen aslinya. Bisa juga dengan menunjukkan surat tanda lulus (STL). ”Jalur-jalur ini diutamakan bagi calon siswa yang tinggal dalam zona yang sama dengan sekolah tujuan,” jelas Arif.

Pagu jalur prestasi paling banyak lima persen dari pagu awal di tiap sekolah yang terdiri dari jalur prestasi akademis dan nonakademis. Sedangkan jalur bidikmisi paling banyak tiga persen dan akan diseleksi berdasarkan nilai unas. Pagu jalur mitra warga maksimal lima persen. Calon peserta didik baru juga akan diseleksi berdasarkan nilai unas.

Pagu calon peserta didik baru jalur inklusif dari anak berkebutuhan khusus (ABK) dalam satu rombongan belajar (rombel) maksimal lima peserta didik. Tidak lebih dari dua jenis ketunaan/kekhususan. Atau, menyesuaikan dengan kemampuan sekolah. ”Kami minta sekolah bisa selektif dalam menerima siswa dari jalur-jalur PPDB nonreguler ini karena pagunya terbatas,” pintanya.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Bangkalan Kamus mengatakan, pelaksanaan PPDB semi offline jalur prestasi, bidikmisi, mitra warga, dan inklusif sudah dimulai. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan kepala sekolah untuk memperlancar proses PPDB. ”Di sekolah kami baru ada dua orang yang mendaftar dari jalur prestasi. Memang perlu seleksi khusus,” kata kepala SMKN 3 Bangkalan itu.

Pelaksanaan PPDB jalur prestasi, bidikmisi, mitra warga, dan inklusif tidak mudah dimanipulasi. Sebab selain kelengkapan administrasi, calon peserta didik baru masih harus melalui proses verifikasi. Tempat tinggal mereka juga akan disurvei.

”Urusan kongkalikong itu tidak mudah dilakukan. Sekarang PPDB itu sudah banyak perubahan dan semakin baik,” tukasnya. (bad/luq/bas)

By |2018-11-26T06:51:34+00:00June 2nd, 2018|Uncategorized|

Leave A Comment